Berbagai cara penularan HIV

Berbagai cara penularan HIV

Berbagai cara penularan HIV

AirAsiaQQ.com – HIV tidak dapat ditularkan dari keringat, udara, air liur, feses, air mata, maupun urin (air kencing). Virus HIV pun tidak dapat ditularkan dari kutu, nyamuk, maupun serangga pengisap darah lainnya kepada orang yang terinfeksi HIV. Selain itu, virus HIV juga tak bisa menular jika Anda berpelukan, berjabat tangan, bahkan berciuman dengan orang yang sudah terkena HIV. Ini dikarenakan tidak adanya kontak darah atau cairan tubuh lainnya sebagai media penularan HIV.

1. Hubungan seks tanpa kondom
Hubungan seks merupakan cara penularan HIV yang paling sering dijumpai. Baik dari seks anal atau seks vaginal, keduanya bisa menularkan virus HIV jika orang yang terinfeksi tak memakai kondom atau tak mengikuti pengobatan HIV. Seks anal merupakan perilaku seks yang sangat berisiko dan sering memungkinkan Anda lebih gampang tertular HIV. Ketika melakukan seks anal biasanya terjadi perdarahan karena adanya gesekan, membuat virus HIV bisa masuk ke dalam tubuh secara mudah dari darah itu.

capsadomino

2. Penggunaan jarum suntik
Penggunaan suntik seperti penyuntikan hormon, obat, steroid, maupun silikon bisa terkena HIV jika menggunakan jarum suntik dengan bergantian. Ini dikarenakan mungkin masih terdapat darah yang menempel pada jarum suntik oleh pengguna sebelumnya dimana sudah terinfeksi HIV. Karena virus HIV bisa hidup pada jarum suntik selama sekitar 42 hari, tergantung dari suhu maupun faktor yang lain. Capsadomino.org

3. Penularan dari ibu ke bayi
Tertular HIV dari ibu ke bayi bisa terjadi ketika kehamilan, persalinan, sampai melalui ASI ketika menyusui. Karenanya para wanita disarankan supaya segera menjalani tes HIV, baik sebelum atau ketika hamil. Bila hasilnya positif, maka Anda mesti menjalani pengobatan HIV supaya bisa menurunkan risiko bayi Anda juga terkena HIV ketika ia lahir.

4. Bekerja di rumah sakit
Petugas kesehatan pun tak luput dari risiko terkena HIV. Karenanya mereka sering untuk berurusan kepada darah pasien maupun sejumlah jarum suntik yang adalah sebagai media penularan HIV. Tetapi risikonya tergolong rendah karena bisa dipastikan mereka memakai alat pelindung diri (sarung tangan) dalam mencegah terkena percikan darah atau cairan pasien.

capsadomino

5. Transfusi darah dan transplantasi organ
HIV pun dapat ditularkan dari jalur transfusi darah atau transplantasi organ, walaupun risikonya dikatakan sangat rendah. Ini dikarenakan terdapat prosedur pengecekan yang cukup ketat sebelum melakukan transfusi darah atau transplantasi organ, seperti tes kesehatan pendonor dari kriteria tertentu maupun pengujian HIV dengan sensitif dan akurat. Domino QQ

6. Mengonsumsi makanan yang dikunyah oleh orang yang terinfeksi HIV
Hal ini akan semakin memungkinkan terjadi oleh bayi penderita HIV. Penularannya dapat terjadi ketika darah dari ibu yang terinfeksi HIV tercampur kepada makanan yang dilumat, lalu diberikan untuk bayinya.

7. Tattoo dan tindik
Penularan HIV dari cara ini tergolong cukup jarang terjadi. Tetapi tetap tak menutup kemungkinan jika alat yang digunakan dalam bertattoo maupun tindik tak dalam kondisi steril maupun terdapat darah yang mengandung virus HIV. Sakong Online

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*