Ini Ciri-ciri Wanita dan Pria Yang Hypersex

Ini Ciri-ciri Wanita dan Pria Yang Hypersex

Ini Ciri-ciri Wanita dan Pria Yang Hypersex

AirAsiaQQ – Bagi pasangan pengantin baru maupun mereka yang sering terpisah jarak yang cukup jauh dengan waktu yang lama, nantinya aktivitas hubungan seks akan menjadi semakin tinggi. Tetapi, tingginya aktivitas seks dapayt diwarnai dengan tingginya dorongan maupun kebutuhan seksual semata-mata, bukan karena sebab tertentu yang merupakan ciri utama seseorang berperilaku hiperseks.

Untuk frekuensi hubungan seks memang dapat dilihat apakah seseorang merupakan hiperseks atau bukan yaitu jika frekuensinya melebihi ukuran manusia yang normal. Untuk ukuran normal jika terjadi peningkatan secara drastis, misalnya menjadi 3-4 kali dalam satu hari atau sebanyak 20 kali satu minggu, barulah dapat dicurigai orang itu mengidap kelainan atau gangguan seksual atau dinamakan hiperseks.

Hiperseks Pada Pria
1. Dapat disebabkan karena fisik atau psikis. Untuk aspek fisik yakni terjadi peradangan pada saluran kemih yang selalu merangsang kerja dari saluran itu sedemikian rupa sampai membuat individu terkesan haus untuk dapat selalu berhubungan intim.

2. Dalam menutupi perasaan tersebut maka orang tersebut berusaha keras dalam menunjukkan keperkasaan di ranjang yang sebagai satu-satunya kelebihan yang ia punya. Bahkan sebaliknya, membangun sebuah pertahanan dengan kecurigaan yang berlebih, seperti curiga bahwa pasangan sudah main dengan orang lain, namun ia selalu menuntut aktivitas berhubungan seks yang lebih sering dari biasanya. Capsadominokiu.com

3. Karena sudah terbiasa menggunakan aktivitas berhubungan seks sebagai sarana untuk melepaskan ketegangan, seperti yang sering terjadi oleh para pekerja yang bidang pekerjaannya dirasa mempunyai tingkat stres yang cukup tinggi. DOMINO99  

4. Tidak puas atau tidak adanya aktivitas seks juga dapat menimbulkan masalah psikologis, contohnya selalu gelisah dan susah untuk tidur, kemudian cenderung marah-marah tanpa sebab pasti.

Hiperseks Pada Wanita
1. Biasanya penyimpangan terjadi saat usia balita hingga remaja, contohnya sering menyaksikan bagaimana sang ibu sering dipukuli maupun disiksa sang ayah. Dari pengalaman buruk tersebut, saat dewasa ia merasa memerlukan seorang pendamping yang berbeda maupun yang bisa lebih baik dari sang ayah.

2. Sama seperti merokok yang dapat menyebabkan ketagihan, namun bukan hanya karena nikotin, namun karena pola kebiasaan tersebut. Sampai akhirnya ketika harus berhenti merokok dapat sulit sekali agar dilakukan. Minimal orang tersebut akan selalu memegang rokok walaupun tidak diisap, atau tetap diisap dengan tidak harus dinyalakan.

3. Bukan cuma frekuensi hubungan seks yang cukup tinggi, harus diperhatikan juga ada atau tidaknya ciri dari promiscuity, sebelum dapat mencurigai pasangan apakah sedang mengalami hiperseks. Bila benar maka salah satu dari pasangan sedang menderita hiperseks, maka anda wajib meminta bantuan ahli. QIUQIU 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*