Saat Terapi Seks, Apa Saja Yang Sebenarnya Terjadi?

Saat Terapi Seks, Apa Saja Yang Sebenarnya Terjadi

Saat Terapi Seks, Apa Saja Yang Sebenarnya Terjadi?

AirAsiaQQ – Kini banyak orang masih yang beranggapan negatif saat mendengar kata terapi seks. Tak jarang pula yang mengaitkannya pada kegiatan cabul maupun iklan prostitusi. Padahal, yang terjadi saat terapi tersebut tidak seperti apa yang Anda bayangkan. Lantas, apa yang terjadi selama terapi ini?

Dimulainya terapi seks tidak jauh berbeda terhadap konsultasi dengan psikolog untuk masalah psikologis pada umumnya. Saat konseling psikologis, terapis atau konselor biasanya akan menanyakan beberapa pertanyaan ringan dalam mengenal Anda lebih dekat. Mulai dengan yang sedang terjadi dalam hidup Anda, apa yang menjadikan Anda pergi terapi, apa yang sudah mengganggu hidup Anda, serta apa tujuan yang ingin Anda capai.

Terapis pun akan menanyakan seputar riwayat kehidupan seks Anda dengan rinci, mungkin termasuk bagaimana sering Anda berhubungan seks dan apa yang Anda rasa merupakan masalah pada urusan ranjang Anda. Karena biasanya masalah atau gangguan seksual akan berasal dari masalah psikologis, misalnya stres, depresi, atau kecemasan. Orang yang mengalami masalah seks yang disebabkan oleh kondisi medis tertentu, kecelakaan, maupun operasi pun dapat dikonsultasikan dengan terapis seks.

Pada umumnya, terapi seks sama dengan jenis terapi yang lain yang mewajibkan Anda agar membuka diri melalui sesi curhat agar terapis dapat mendeteksi akar masalahnya dalam membantu Anda mengelola emosi dan pandangan mengenai akar masalah tersebut, lalu kemudian ia dapat membantu Anda mencari jalan keluar. Baik dengan cara mengubah diri maupun menjauhkan diri melalui sumber masalah, atau agar dapat belajar teknik baru dalam mengendalikan emosi. Capsadomino.info

Yang harus dipahami, terapi ini tidak dapat menyembuhkan maupun mengobati keterbatasan serta masalah fisik yang menyebabkan disfungsi seksual. Pada beberapa kasus, terapi seks cuma dapat membantu masalah seksual yang berakar oleh masalah mental maupun emosional. JUDI ONLINE

Bicaralah secara jujur pada terapis mengenai apa yang terjadi di antara Anda dan pasangan. Contohnya terapi seks mungkin berguna dalam membantu penyembuhan disfungsi ereksi yang dikarenakan oleh stres karena masalah pekerjaan, finansial, konflik hubungan, atau komunikasi yang buruk. Terapis pastinya akan senang hati mendengarkan keluh kesah dan membantu memberikan jalan keluar dalam masalah Anda berdua.

Satu hal yang pasti, tak ada konseling mana saja yang meminta pasiennya agar membuka baju di kantor terapis. Apalagi sampai diminta agar memperlihatkan alat kelamin maupun melakukan aktivitas atau posisi seks apapun.

Yvonne K. Fulbright, PhD, selaku salah seks edukator dan profesor seksualitas di American University, menyatakan jika hal tersebut semestinya tidak boleh terjadi. Bila Anda diminta supaya melakukannya, segeralah pergi dari tempat tersebut lalu cari bantuan hukum. BANDAR Q 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*