Berbahayakah Seksomnia Atau Seks Sambil Tidur?

.jpg

Berbahayakah Seksomnia Atau Seks Sambil Tidur?

AirAsiaQQ – Robert Oexman selaku pimpinan Sleep to Live Institute di Joplin menyatakan bahwa sleep sex atau seksomnia merupakan sebuah bentuk parasomnia non-rapid eye movement (N-REM), hampir sama dengan tidur sambil berjalan. Keadaan ini dapat menyebabkan orang melakukan tindakan seksual misalnya masturbasi, mencumbu, berhubungan intim, atau bahkan pemerkosaan ketika mereka sebenarnya tengah tertidur.

Karena orang yang sedang mengalami seksomnia biasanya mengalami tidur yang cukup lelap, umumnya mereka tidak ingat apa yang mereka lakukan semalam usai terbangun keesokan harinya. Seksomnia bukan cuma dapat dialami oleh pria saja, wanita juga dapat mengalaminya.

Dijumpai sejumlah kasus masturbasi dengan kekerasan yang dengan secara tidak sadar bisa menyebabkan luka fisik untuk diri sendiri dan pasangan. Belum lagi jika orang dengan gangguan tidur ini bukan cuma akan tidur dengan pasangannya, namun juga dengan anak. Capsadomino.net

Yang lebih parah lagi, orang yang mengalami seksomnia tak akan sadar terhadap apa yang sudah mereka lakukan ketika nanti terbangun. Bila tidak ditangani, gangguan ini dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental untuk orang dan pasangan yang tengah mengalaminya. AGEN QQ

Hingga saat ini, para ahli belum menemukan obat khusus dalam menghentikan atau mengobati kelainan ini. Tetapi dokter telah berhasil memberikan sejumlah obat penenang dan obat antidepresan yang dapat mengobati kondisi tersebut. Dokter nantinya pun dapat memantau perkembangan pasien yang mengalami gangguan seks ketika tidur ini.

Pengobatan sangat penting ketika mengobati gangguan ini yakni dengan menciptakan lingkungan yang aman untuk mereka yang mengalaminya dan keluarga. Misalnya dengan membiarkan pasien tidur sendiri dulu dan jangan lupa untuk mengunci pintu kamarnya ketika masa perawatan. Sediakan pula alarm untuk membangunkan orang rumah lainnya jika orang dengan seksomnia mulai kambuh. Bagi keluarga maupun pasangan mereka menyadarkan pasien seksomnia ketika sedang kambuh. Penting pula agar menjauhkan pasien dengan berbagai barang berbahaya di sekitar kasur ketika mereka tengah tertidur.

Pastikan pula saat perawatan pasien tidur yang cukup, dengan menghindari obat-obatan tertentu, maupun mengobati gangguan tidur lainnya misalnya dengan tidur sambil berjalan yang dapat memicu perilaku seks ketika tidur kambuh lagi. Itulah kenapa sangat penting bagi orang dengan seksomnia agar dapat memeriksakan diri ke dokter spesialis kesehatan jiwa. BANDARQ TERPERCAYA

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*