Mengenal Penyakit Yang Menjadikan Penis Bengkok

Mengenal Penyakit Yang Menjadikan Penis Bengkok

Mengenal Penyakit Yang Menjadikan Penis Bengkok

AirAsiaQQ – Penyakit Peyronie merupakan sebuah masalah pada penis yang dikarenakan oleh jaringan parut, maupun disebut plak, yang terbentuk di dalam penis. Penyakit ini akan menjadikan penis bengkok ke atas maupun ke samping. Kebanyakan pria dengan penyakit Peyronie masih dapat berhubungan seks. Namun mungkin terasa cukup sulit dan menyakitkan.

Walaupun ada pengobatan bagi Peyronie ini, tetapi sebenarnya itu tidak terlalu dibutuhkan karena penyakit Peyronie dapat menghilang dengan sendirinya. Bila Anda takut terhadap pengaruhnya pada aktivitas seks, maka dengan mengetahui gejala serta memahami bagaimana mengobati keadaan ini mungkin akan meringankan kecemasan Anda.

Berikut tanda dan gejala yang sering terjadi:

1. Plak (nodul)
Plak merupakan benjolan yang menebal serta berkembang di bawah kulit batang penis. Plak dikarenakan oleh menumpuknya kolagen yang berlebih ditambah munculnya jaringan parut di dalam penis. Plak ini berbeda dengan plak yang terdapat di pembuluh darah. Plak bisa muncul di sepanjang batang penis, namun sering kali muncul di sisi atas. Banyak pria akan merasakan plak di bawah kulit. Plak mulanya akan sangat lembut, tetapi akan mengeras seiring berjalannya waktu. Capsadomino.net

2. Perubahan bentuk penis saat ereksi, termasuk penis bengkok
Perubahan terhadap bentuk penis termasuk menyempit, bengkok, menekuk, maupun memendek. Kebanyakan pria yang mengidap Peyronie mempunyai kecacatan bentuk penis, atau penis bengkok merupakan sebuah hal yang sangat umum terjadi. Karena kecacatan ini dikarenakan oleh plak yang tak berkembang seperti jaringan penis normal, nantinya kecacatan tersebut bisa terdeteksi ketika ereksi. SAKONG ONLINE

3. Nyeri penis
Nyeri penis bisa terjadi dengan maupun tanpa ereksi. Lebih dari separuh pria mempunyai pengalaman nyeri penis. Untuk banyak orang, itu merupakan sebuah gejala pertama yang mereka perhatikan. Walaupun nyeri biasanya terjadi saat ereksi, namun nyeri juga biasa terjadi ketika penis melemas karena peradangan di daerah yang terkena plak. Nyeri saat ereksi bisa juga disebabkan oleh ketegangan pada plak, dimana rasa sakit bisa mereda dalam waktu 12-18 bulan usai gejala tersebut dimulai.

4. Disfungsi ereksi
Penyakit Peyronie bisa menyebabkan disfungsi ereksi, atau impotensi. Diperkirakan jika lebih dari dua per tiga pria dengan penyakit ini akan mengalami disfungsi ereksi. Walau beberapa dari mereka mengalami penyakit lain yang membuat impotensi misalnua tekanan darah tinggi, penyakit jantung, maupun diabetes, tetapi tidak diragukan jika penyakit Peyronie sendiri benar-benar menyebabkan masalah pada ereksi. BANDAR SAKONG

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*