Seks Anal Lebih Berisiko Dibandingkan Seks Vaginal, Benarkah?

1

Seks Anal Lebih Berisiko Dibandingkan Seks Vaginal, Benarkah?

AirAsiaQQ – Ada berbagai cara melakukan penetrasi seksual. Penetrasi penis menuju vagina merupakan cara yang sangat umum, namun seks juga dapat divariasikan dengan memasukkan penis ke lubang dubur alias anus. Penetrasi jenis ini dinamakan sebagai anal seks. Seks anal juga dapat dilakukan dengan merangsang anus menggunakan jari, mainan seks, atau dengan permainan lidah. Beberapa orang memilih untuk berhubungan seks anal sebab anus juga dipenuhi dengan ujung-ujung saraf sensitif yang dapat membangkitkan rangsangan seksual. Walau akan terasa nikmat, seks anal adalah salah satu bentuk aktivitas seksual yang sangat berisiko terhadap kesehatan. Tetapi benarkah lebih berisiko dibandingkan seks vaginal?

Seks melalui anus termasuk salah satu kegiatan seks yang berbahaya apalagi karena anus tidak mempunyai lubrikasi alami seperti yang dimiliki vagina. Bukan cuma itu, jaringan di dalam anus tidak mempunyai perlindungan dari lapisan sel kulit mati tebal layaknya pada jaringan eksternal anus dalam melindunginya terhadap infeksi.

Itu karenanya jaringan anus sebenarnya mudah sobek. Jangankan dengan penetrasi yang terlalu kasar maupun terlalu cepat, penetrasi yang biasa-biasa saja tanpa menggunakan bantuan lubrikan seks juga bisa merobek jaringan bagian dalam anus. Hal ini memungkinkan bakteri dan virus dalam memasuki aliran darah sehingga rentan pada penyakit menular seksual seperti HIV atau HPV.

Apa pun jenis seks yang Anda lakukan dengan pasangan, Anda berdua harus dapat melindungi diri dari risiko penyakit dengan beberapa cara berikut: Capsadomino.net

1. Tes penyakit kelamin sebelum berhubungan seks
Walau Anda belum pernah berhubungan seks atau cuma berhubungan badan dengan pasangan yang itu-itu saja, Anda masih perlu tes penyakit kelamin berdua. Karena HIV dapat menular melalui cara lainnya yang tidak Anda duga contohnya melalui transfusi darah maupun penggunaan jarum bekas orang yang positif HIV. AGEN QQ  

2. Gunakan kondom
Kondom merupakan cara paling jitu untuk mencegah risiko penyakit kelamin menular. Saat digunakan dengan konsisten dan benar, kondom berbahan poliuretan atau lateks cukup efektif mencegah HIV dan penyakit kelamin umum lainnya misalnya klamidia dan gonore.

CDC melaporkan bukti jika penggunaan kondom secara tepat dan benar akan mengurangi risiko penularan HIV melalui anal seks sampai sebesar 63% untuk pria dan 72% untuk wanita.

3. Pilih pelumas yang cocok
Seks anal memerlukan bantuan lubrikan seks dalam melumasi jaringan anus yang cenderung kering dan tipis. Ini bertujuan supaya anus tidak aus dan akhirnya terluka karena gesekan antar kulit.

Tetapi, coba hindari pelumas berbahan dasar minyak sebab bisa merobek kondom dan membuatnya bocor. Pakailah pelumas berbahan dasar air atau silikon dalam mencegah kerusakan kondom dan merobek jaringan dubur. DOMINO KIU

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*