Togel Saat 1960 Agogo888

Togel Saat 1960 Agogo888

Sejarah Togel AGOGO888 Ayo Ikutan main di Togel Saat 1960 Agogo888 Situs Slot Online Terlengkap yang ada di Agogo888 yang buat kalian bakal untung banyak dan ga bakal nyesel buat main sama mimin. Cukup kalian daftar Terlebih dahulu di Agogo888 dan bisa langsung daftar atau datang Live Chatnya. Mr judi saat melakukan deposit biasa mimin langsung Live Chat saja dan kalau kalian mau deposit juga bisa Via Bank, Pulsa, Atau E-Money. Ada BCA, DANAMON, BRI, BNI, CIMB, dan MANDIRI.

Kita akan membahas seberapa jauh Togel pada saat dulu sangat di banggakan dan banyak di mainkan oleh banyak orang di Asia Tenggara terutama di Indonesia

SEJARAH AWAL MULANYA TOGEL

Togel Saat 1960 Agogo888 atau Toto Gelap adalah tindakan yang melanggar hukum. Siapa saja yang terbukti menjual Togel biasanya akan diseret ke penjara untuk mendekam di sana. Togel beranggap sebagai salah judi yang meresahkan masyarakat sehingga harus bisa basmi meski masyarakat tetap membeli dan menjualnya hingga sekarang.

Jauh sebelum togel akhirnya anggap melanggar hukum, jual beli undian ini justru legalkan. Bahkan, togel kelola sendiri oleh pemerintah pusat dan daerah sebagai usaha untuk membantu pembangunan. Berikut sejarah lengkap togel yang membuat banyak orang jadi ketagihan.

Sudah Ada Sejak Zaman Kolonial

Selama ini kita menganggap kalau togel ada pada era Presiden Soeharto memerintah. Namun, jenis judi yang melibatkan empat digit angka ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Kala itu, pusat perjudian untuk lotre toto mulai bangun di kawasan ramai seperti Batavia yang menjadi pusat pemerintahan dan juga perdagangan.

Lotre toto ini cukup laris di masa kolonial. Bahkan banyak juga penduduk lokal yang ikut andil dalam perjudiannya ini. Berhentinya lotre toto di Indonesia terjadi saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Presiden Soekarno yang kala itu menjadi presiden menganggap kalau praktik ini sangat meresahkan dan tidak sesuai dengan ideologi bangsa.

 

Kemunculan Totoan Gelap di Indonesia

Sebelum bernama totoan gelap atau togel, jenis judi ini di kelola oleh pemerintah pusat dan daerah. Misal pada tahun 1968, Pemerintah Daerah Surabaya menjual Lotto yang merupakan singkatan dari Lotre Totalisator. Lotre ini diadakan untuk menghimpun dana Pekan Olahraga Nasional alias PON yang diadakan pada tahun 1969.

Tidak begitu lama dengan Lotto muncul juga KSOB (Kupon Sumbangan Olahraga Berhadiah) dan Nalo (Nasional Lotre).  Pemerintah pusat yang kala itu pimpin oleh Presiden Soeharto juga mengadakan program lagi bernama SDSB atau Sumbangan Dana Sosial Berhadiah. Dengan program ini masyarakat bisa membeli kartu yang kelak akan di undi dan menghasilkan hadiah yang banyak.

Proyek Tiru-Tiru yang Berjalan Tidak Sempurna

Proyek lotre yang adakan oleh pemerintah Indonesia merupakan proyek tiru-tiru. Indonesia menirut Inggris dan Singapura yang berhasil melakukannya. Negeri itu jadi memiliki suntikan dana segar yang banyak. Melihat peluang bisa menciptakan hal serupa, Indonesia melakukannya degan SDSB meski akhirnya mandek dan

Yang menyebabkan proyek ini tidak bisa berjalan dengan lancar adalah adanya kemacetan dana. Pengelola proyek ini tidak menjalankan perannya dengan baik. Dana dari SDSB yang harus di gunakan untuk kepentingan masyarakat justru berakhir dengan penggelapan. Dengan dana terkumpul hingga 221 miliar rupiah, pembangunan tidak pernah terjadi. Ada kemungkinan uang itu dikorupsi hingga tidak bisa di lanjutkan. MUI pun akhir menyatakan lotre di larang dan tidak boleh di lakukan lagi.

Togel di Zaman Modern yang Berkembang Diam-Diam

Di zaman modern seperti sekarang, totoan gelap tetap saja di lakukan. Biasaya setiap pengepul memiliki satu bandar yang di gunakan untuk acuhan. Biasanya togel yang ada di Indonesia menggunakan bandar yang ada di Singapura. Jadi, jika di Singapura keluar empat digit angka tertentu maka pembeli togel akan mendapatkan yang telah di sepakati.

Biasanya nominal yang di berikan beraneka ragam. Setiap Rp1.000,00 totoan yang berhasil menang, pembeli akan mendapatkan uang sekitar Rp60.000,00 untuk dua digit. Rp200.000,00 untuk tiga digit dan Rp2.000.000,00 untuk empat digit angka yang benar di tebak. Uang itu biasanya berikan secara tunai kepada pembeli togel yang berhasil menebah angka yang akan keluar.

Contoh pada saat jaman dulu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*